Pages

Minggu, 31 Mei 2009

Takkan Pergi lagi

Hari ini dengan sangat terpaksa aku harus nganter adikku satu-satunya latihan ke sanggar nari. Kalau bukan karna iming-iming dia mau bantuin kerjaan aku, mungkin sekarang aku lagi nongkrong di cafe Pak Ulil. Cafe yang selalu rame dikunjungi anak-anak muda. Bukan cuma karna makanannya yang enak, tapi suasananya juga ngedukung banget buat refreshing and kumpul-kumpul bareng sama sohib. Kok, jadi promosi Cafe Pak Ulil?
Nah, begitu deh, alhasil sabtu pagi ini kiki (adikku yang super manja) dah sibuk bolak-balik ngebangunin aku. “Cepet dong ka! Aku nanti telat neh!!”, teriakknya entah untuk yang keberapa kalinya. Dan entah untuk yang keberapa kalinya juga aku menarik kembali selimut yang ditariknya. Dan terjadilah tarik menarik selimut yang akhirnya dimenangkan oleh aku. Hahaha.
“Ya udah, aku ga mau bantuin kakak ngetik proposal! Aku berangkat sendiri!”, ucap kiki beranjak dari kamarku. Spontan aku teringat akan perjanjian saling bantu itu dan meloncat ke luar kamar.”Woy!!! jangan gitu dong adikku yang manis. Oke..oke..15 menit yah”, rayuku sambil ngeluyur ke kamar mandi.
Setibanya di sanggar tari, ternyata masih terlalu pagi...sedangkan kelas tarinya dimulai jam 10, sambil senyum-senyum simpul kiki merajuk,”maaf kak, aku salah liat jam, tapi sebagai gantinya aku ajak keliling-keliling sanggar yuk”.
Sambil menggandeng tanganku, kiki mengajakku ke sebuah ruang pertunjukan kecil. Dari atas balkon ini aku bisa memandangi cewek-cewek yang sedang bersiap-siap untuk latihan. Mereka sedang asyik melakukan pemanasan di pinggir arena. Menurut kiki sih, sore ini mereka akan ada shooting untuk sebuah video klip.
“Nah....itu dia kak!!!”, teriak kiki membuyarkan perhatianku.
“Siapa?”, tanyaku penasaran.
“Itu..itu...tuh, cewek yang pakai topi kuning. Yang baru masuk. Lihat ga?”
“Liat..liat. Emang dia siapa?”, tanyaku lagi.
“Namanya Kak Rey. Dia dancer paling okeh disini. Tawaran shootingnya paling banyak. Keren abiz deh”.
“Kalo emang okeh, trus apa hubungannya ama kakak?”, tanyaku ga perduli.
“Yaa...siapa tau kakak bisa jadi pacarnya. Kan lumayan, aku bisa dapet kakak ipar plus guru private. Gratis!!!! Hehehe”
“Dia bukan type aku”, jawabku ketus sambil menatap lekat tampang serius adikku yang sepertinya sangat terkagum-kagum dengan kakak kelas tarinya itu.
“Kak Rey orangnya baik banget, ga sombong, ga pelit ilmu...emm...”
“Apa lagi?”
“Cantik...”
“Relatif”, sergahku.
“Manis...”
“Gula kalee”, sergahku lagi.
“Kaya...”
“Woy!!! emangnya aku cowok matre?”, jawabku kali ini.
“Lagian, jawabin aja sih. Pokoknya Kak Rey ini okeh banget deh kak. Ga akan nyesel dapetin dia”, bujuk kiki lagi.
“Kamu dibayar berapa sama dia buat jadi juru kampanye?”, tanyaku mengerenyit.
“Ihh, apaan sih kak Ivan. Ya udah kalo ga mau. Jangan nyesel yah”, ledeknya.
Aku hanya menanggapi ledekan kiki dengan senyuman. Rey? Nama yang ga asing buatku.

“Kak!!Kak!!..”,teriak kiki.
“Apa sih? Kamu ngagetin kak Ivan ajah”, ucapku. Kualihkan pandanganku ke arah yang ditunjuk kiki. Di tengah lapangan aku melihat seorang cewek berlari menuju tangga balkon. Gadis bertopi kuning yang baru saja diceritain kiki. Setibanya diatas balkon dia hanya berdiri menatapku yang membuat aku salah tingkah dan ketika dia buka topinya.
“Reyna?”, teriakku keheranan. Aku segera berlari menghampirinya dan memeluk erat tubuhnya. Untuk beberapa waktu kami tak berbicara dan dia menangis dipelukanku. Kiki menatap heran kearahku, namun seakan mengerti dia beranjak pergi menuju kelas tarinya.
Masih diatas balkon ini, Reyna duduk bersandar dibahuku sambil menggenggam erat tanganku. Dan sampai saat ini masih tak ada kata yang keluar dari mulut kami berdua.
“Akhirnya aku menemukan kamu juga”, ucapnya lirih.
“Apa?”, tanyaku pura-pura tak mendengar.
Sambil membenarkan posisi duduknya dia menatapku lekat sekali, air mata mulai menggelinangi sudut matanya lagi.
“Kamu jahat Van!”, tuturnya. “Kenapa kamu pergi? Semua pesanku ga pernah kamu balas dan kamu sama sekali tidak mencari aku?”, ucapnya kemudian dengan nada suara yang meninggi.
“Aku pergi supaya kamu bahagia Rey”, jelasku.
“Bahagia? Aku?”, tanyanya menyudutkan alasan kepergianku dua tahun yang lalu. Hijrahku kembali ke Jakarta memang dengan alasan untuk meninggalkannya, itupun atas permintaan orang tuanya yang telah menjodohkan dia dengan pemuda kaya yang sudah mapan. Sedangkan dua tahun yang lalu, aku bukanlah siapa-siapa.
“Bagaimana kabar suami kamu? Anak kamu?”, tanyaku mengalihkan pembicaraan.
“Sudahlah Van. Sepertinya kamu tidak pernah mengharapkan pertemuan denganku lagi”, ucapnya. Dia berdiri dihadapanku yang tertunduk membisu. “Untuk sekedar kamu ketahui Van, aku belum menikah”, jelasnya seraya pergi meninggalkanku yang terdiam.

Sudah dua tahun yang lalu aku merelakan keputusan orang tuanya untuk menikahkan dia dengan orang lain, tapi ternyata sampai saat ini dia belum menikah. Pelukannya, kehangatannya...apakah dia benar-benar hanya menanti aku kembali? Lalu bagaimana dengan aku? Motivasi yang ku dapat darinya membuatku seperti sekarang, semua berkecukupan, bahkan lebih. Tapi aku tak pernah berusaha mencari tau tentang dirinya lagi.
'Dia semakin cantik', gumamku sambil mengaduk segelas lemon tea yang es nya semakin mencair.
“Woy!!, ngapain lo ngelamun sendirian disini”, tegur Beno yang langsung menyambar lemon teaku dan menenggaknya habis. Aku tak bergeming.
“Van! Kenapa sih?”, tanyanya lagi,”ada masalah, cerita donk!!”.
“Eh Ben, elo ingat Reyna?”, tanyaku.
“Reyna? Em...emm...Reyna mana?”, tanyanya gelagapan.
“Reyna yang dulu di Bandung. Sabtu kemarin gue ketemu sama dia di sanggar tari tempat kiki latihan”, jelasku.
“Ohh...trus”, tanyanya lagi.
“Dia ga jadi nikah dengan cowok pilihan orang tuanya dulu. Siapa namanya? Emmm...Jardi!! Ingat ga lo?”
“Ohh iya, gue inget. Bagus dong”
“Bagus dari Hongkong!!”, celetukku.”Bodoh banget gue. Kenapa gue ga berusaha cari kabarnya dia yah?”.
“Yah, elo kan ga tau kalo dia ga jadi nikah?”, ucap Beno meredakan penyesalanku.
“Iya, tapi...”, ucapanku tiba-tiba terhenti, mataku tertuju pada meja diseberang kolam Cafe Pak Ulil.”Reyna, Ben!!!”, teriakku menunjuk kearah Reyna yang sedang duduk sendiri.
“Mana?”, tanya Beno.
“Itu”, jawabku kembali menunjuk kearah Reyna.
“Gue kesana dulu yah”, ucapku.
“Ya udah, gue juga mau pergi kok. Gue ada latihan hari ini”, tutur Beno.
“Oh ya udah”,jawabku.

Perlahan tapi pasti, kumantapkan hatiku untuk menyapa Reyna. Entahlah, apa masih pantas aku mendapatkannya? Yang aku mau saat ini adalah mendapatkan maaf darinya.
“Hai Rey”, sapaku. Dia terkejut dengan kehadiranku dan sambil memalingkan wajahnya, jelas terlihat dia membasuh air matanya dengan sehelai tissue.
“Boleh aku duduk disini? Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu”, pintaku. Hanya anggukan kecil yang kuterima, namun cukup menjawab bahwa aku diberi kesempatan untuk berbicara.
“Kamu sama siapa?”, tanyaku basa-basi.
“Kamu mau ngomong apa, Van?”, tanyanya.
“Eh..yah..aku...aku mau minta maaf”,jelasku.
“Untuk apa? Kamu salah apa sama aku?”, tanyanya kembali membuatku semakin merasa bersalah”
“Untuk kali ini, tolong dengarkan penjelasan aku. Yah?”, pintaku. “Malam itu, ayah kamu meminta aku untuk ninggalin kamu, karena dia ingin kamu menikah dengan orang yang sudah mapan. Ayah kamu ingin kamu bahagia. Aku sadar diri, saat itu aku tidak bisa menjanjikan apa-apa sama kamu. Makanya dengan berat hati aku kembali ke Jakarta. Aku juga ingin kamu bahagia”, jelasku.
“Kenapa kamu tidak menanyakan pendapat aku? Aku juga berhak memutuskan mana yang mau dan yang tidak mau aku jalani! Asal bersama kamu itu sudah cukup buat aku, Van. Kita berusaha sama-sama. Bukan dengan kamu ninggalin aku sendiri”, jawabnya. Ah, Reyna, kenapa aku harus menyesali semua ini.
“Tolong mengerti posisi aku saat itu Rey. Kalau aku pertahankan kamu, aku ga bisa kasih apa-apa?”, jelasku lagi.
“Kalau sekarang, kamu bisa kasih aku apa?”, tanyanya ketus.
“Insyaallah, aku bisa memberikan apa yang kamu mau Rey”.
“Tapi kenapa setelah kamu menyadari kamu sudah bisa memberikan aku sesuatu, kamu tidak mencari aku?”, tanyanya.
“Aku...aku pikir kamu telah menikah dan aku ga mau ganggu kehidupan kamu Rey”, belaku.
“Tapi seandainya saja sekali waktu kamu datang mencari aku, kamu pasti akan tau aku menikah atau tidak kan?”, ucapnya penuh kekecewaan.
“Maaf Rey, jujur...aku takut ketemu kamu lagi. Aku takut kecewa”,tuturku.
“Setiap kali aku pulang ke Bandung, aku selalu menanyakan tentang kamu. Apakah kamu datang mencari aku? Menelphone aku? Tapi tiap kali kutanyakan itu, tiap kali itu juga aku kecewa dengan jawaban yang kuterima”, jelasnya.
“Maaf Rey, sungguh benar-benar maaf... Aku pernah liat kamu di Cafe Xtra, aku teriak-teriak panggil kamu, tapi kamu ga dengar. Aku tersadar saat itu, mungkin kamu sedang bersama suami kamu, makanya aku langsung pergi”
“Cafe Extra?? Aku juga ketemu sama Beno. Sudah sering aku titip pesan lewat dia, aku kasih no hp aku supaya di kasih ke kamu. Aku berharap sekali saja kamu menghubungi aku. Tapi nihil. Selalu sibuk alasan yang kamu beri. Bahkan untuk aku Van?”.
“Beno!!!???”, tanyaku bingung.
“Yah...Beno!”.
“Tapi Beno ga pernah memberitahu aku tentang....ah pantes aja”, gerutuku.
“Kenapa? Masih mau kasih alasan apa lagi Van?”,desaknya.
“Rey,...”,ucapku menatap lekat matanya.”Aku ga tau harus bilang apa sama kamu. Aku hanya minta kamu memaafkan aku. Selebihnya jika kamu inginkan aku menjauhi kamu, aku akan pergi”, tuturku pasrah.
“Van, kamu ga pernah berbuat salah sama aku. Untuk apa minta maaf? Tapi tolong satu hal. Bilang sama Beno, untuk kesekian kalinya aku ga bisa menerima cinta dia”. Reyna meninggalkan aku yang tercengang dengan pengakuannya tadi. 'Beno?', sahabatku sendiri ternyata usaha dibelakang aku. Jadi selama ini dia sudah tahu kalau Reyna ada di Jakarta dan dia mencari aku. Dan semua pesan-pesan dari Reyna ga ada satupun yang disampaikan ke aku, no hp Reyna? Pantas dia gelagapan waktu aku bilang aku ketemu sama Reyna.

Keesokan harinya mamah memintaku untuk menjemput kiki di sanggar tarinya, latihan hari ini agak larut malam karena mereka akan manggung di salah satu tempat hiburan di Jakarta. Akupun ga berani untuk masuk ke dalam, aku meminta kiki untuk mencariku di parkiran saja. Baru saja kubalikan badan, aku melihat Reyna dijemput oleh seorang cowok. Mereka sedang ngobrol disebuah sedan sambil memasukkan beberapa barang ke bagasi belakang. Kelihatannya obrolan mereka sangat serius dan tiba-tiba tangan cowok itu menampar Reyna dengan kerasnya. Sesaat aku sempat mau menghampiri mereka, tapi aku tahan amarahku sambil mengawasinya. Cowok itu menarik lengan Reyna dan memaksanya masuk ke dalam mobil dan untuk kedua kalinya dia menampar Reyna lagi. Aku tidak dapat mengendalikan amarahku lagi. Kuhampiri cowok itu dan bogeman keraspun aku layangkan ke wajahnya dan dia tersungkur di samping mobil.
Kuhampiri Reyna yang menangis terisak, tapi begitu kupeluk tubuhnya, tangisnya semakin kencang.
“Rey, maaf...tapi dia siapa? Kenapa dia menyakiti kamu?”, tanyaku sambil menenangkan tangisnya.
“Dia...dia...orang yang dijodohkan ayahku dua tahun yang lalu. Ayah sudah memutuskan perjodohan ini dengan orang tuanya, tapi dia tetap memaksa. Aku lari ke Jakarta dan dia tetap mencariku. Akhirnya dia menemukan aku dan memaksa aku kembali ke Bandung”, jelasnya.
“Kenapa dia menampar kamu Rey?”, tanyaku.
“Dia sering menampar aku semenjak kepergian kamu Van. Dia bilang kamu ga perduli sama aku dan ga akan pernah bisa aku miliki. Semenjak itu aku pergi dari Bandung dan mencari kamu”.
“Ya Allah, Rey...maafkan aku sayang, maafkan aku”, ucapku lirih semakin mengeratkan pelukanku.”Aku janji aku ga akan meninggalkan kamu lagi. Aku janji”.
Malam itu, kubiarkan Reyna menangis dipelukanku untuk terakhir kalinya. Karna aku tidak akan membuatnya terluka lagi dan sedetikpun aku takkan beranjak dari kehidupannya.

Q Rayapi sekujur kesepianku

Kurayapi sekujur kesepianku
Mengundang angan dan sengat kumbang
Mata bintang yang diam dan berkelesatan
Menyuguhi harapan di semesta lenggang

Sampai kasih dan ingin terbentang
Membujuk pengembara merakah
Yang tenggelam di bawah kubang resah
Menanti dara cantik yang telah datang

Membujuk arah pengembara merambah
Terus mewangi aroma bunga cinta sampai ujung hari
Membangkitkan gairah sang pencinta dalam darah
Yang menentangkan kesenyapan sendiri

Ku temukan perempuanku
Dalam batas asa ku mengagumi sesok diri membaui
Dan membenamkan dua serpihan bintang
Yang memancarkan pesona terang

Ia selalu memintaku melukiskan kisah yang ada
Atas cinta terperi di dinding-dinding hati
Kami hanyalah sepasang pecinta mengharap sejati
Bersama berkelana dari waktu-kewaktu menjaga setia

Rabu, 29 April 2009

Terlambat Ngangkat

Suatu hari Adi larut dalam obrolan hangat bersama Candra, teman sekaligus tetangganya.
Adi : Aku punya pertanyaan Ndra!. Kalau kamu bisa menjawabnya, aku janji nanti kamu ku traktir di warungnya Pak Sholeh!. Mau ngaak?
Candra : Beneran Di, entar kamu bohong lagi!
Adi : Aku ini serius Ndra!. Kamu kok gak percaya sih sama sahabatmu ini! (dengan nada agak tinggi).
Candra : Percaya-percaya..., apa sih pertanyaannya?
Adi : Begini Ndra, saya punya tiga cerita, nanti kamu simpulkan apa kesamaan dari ketiga cerita itu?, Oke!
Candra : (mengangguk...)
Adi : Pertama, saya pernah melihat ada seekor sapi mati mengenaskan gara-gara hanyut terseret arus sungai Ciliwung yang sangat deras. Cerita kedua, waktu itu saya bekerja sebagai koki di sebuah restoran terkenal di Jakarta. Setelah hampir 3 bulan bekerja, saya dipecat oleh pemilik restoran itu karena telah tiga kali menggosongkan daging ayam yang sedang saya masak. Yang ketiga, saya pernah melihat seorang cewek yang baru 6 bulan menikah meloncat kegirangan dan langsung memeluk suaminya karena dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa ia positif hamil. Sekarang, apa kesamaan dari ketiga ceritaku tadi?.
Candra : ...Apa ya?...(berfikir)... Nyerah deh, aku nggak tahu!
Adi : Beneran nih... nyerah, nggak jadi ku traktir lho...!
Candra : Ya udahlah..., beritahu jawabannya sekarang, pusing aku memikirkannya.
Adi : Jawabanya adalah... terlambat ngankat!
Candra : (berfikir)...ha...ha...ha...!

GapNet

Suatu hari Bu Evi, guru Bahasa Inggris di SMU Harapan Makmur, memberi tugas siswa kelas sepuluh IPA untuk mencari sebuah artikel di internet yang membahas tentang flora dan fauna. Tugas itu dikerjakan secara berkelompok dan setiap kelompok akan dipilih secara acak. Setelah dilakukan pengacakan terbentuklah beberapa kelompok dan setiap kelompoknya terdiri dari 3 orang.
Salah satu kelompok dari beberapa kelompok yang ada adalah kelompok III yang terdiri dari Novi, Ani dan Ria. Mereka bertiga sepakat berbagi tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dari Bu Evi. Secara kebetulan Novi bertugas untuk mencari artikel di internet, Ani bertugas menterjemahkan artikel kedalam bahasa Indonesia dan Ria bertugas untuk mengetik, mencetak dan mengumpulkan artikel tersebut ke Bu Evi.
Sepulang sekolah, mereka bertiga berjalan bersama. “Nov..., jangan lupa yach..., kamu cari artikel di internet!”, tutur Ani kepada Novi.
“Tenang aja, semua pasti beres!”, jawab Novi dengan meyakinkan. Tetapi dalam hati dia sangat bingung. Jangankan internet, komputer saja Novi masih belum mahir mengoperasikannya.
Karena terpaksa, sore itu Novi memberanikan diri untuk pergi ke warnet untuk melaksanakan tugasnya. Sesampainya di warnet, dia langsung duduk menghadap sebuah komputer dan mengotak-atiknya.
Satu jam telah berlalu, keringat dingin telah membasahi Novi, karena selama itu dia belum lakukan apa-apa, hanya otak atik mouse dan keyboard. Dengan menahan rasa malu, Novi memberanikan diri untuk bertanya kepada Mbak yang sedang jaga warnet. “Permisi Mbak..., boleh tanya!. Gimana ya... cara membuka internet itu?”.
“Lho... selama satu jam itu kamu ngapain aja?”, Mbak itu balik bertanya kepada Novi.
“Aku cuman otak atik mouse ama keyboard aja, nggak ada yang lain!”, jawab Novi sembari menahan rasa malu yang semakin besar.
Mendengar jawaban tersebut, Mbak itu terkejut dan sambil menahan tawa dia berkata, “Ya sudahlah..., nggak apa-apa, nanti kuajarin bagaimana caranya!”.
Seketika wajah Novi nampak lega karena ada yang mau berbaik hati mengajari bagaimana cara berinternet.
Singkat cerita, Mbak penjaga warnet tersebut beralih profesi menjadi guru kursus kilat belajar internet.
Esoknya Novi bertemu Ani dan Ria di sekolah. Kemudian Novi menceritakan pengalamannya di warnet kemarin. Setelah mendengar cerita tersebut, spontan saja mereka berdua tertawa. Tiba-tiba saja Ani menyahut, “Bentar-bentar..., aku mau ngomong nih. Jujur aja yach..., waktu pembagian tugas kemarin, aku berharap enggak kebagian tugas mencari artikel di internet, soalnya aku juga gapnet alias gagap internet, ha... ha... ha..”.
Spontan saja Novi bertanya, “Hah..., An... kamu juga gapnet ta?, kalau kamu Ria?”.
Sambil menahan tawa dan menundukkan kepala Ria menjawab, “Aku juga gapnet!”.
“ha.. hhaa... hhhaaa...!.”.

Naik Lift

Icha adalah salah satu karyawan hotel berbintang lima di Surabaya. Suatu hari dia mendapat telepon dari Fitri, teman masa kecilnya dan merekapun terlarut dalam obrolan hangat. Setelah beberapa lama mengobrol, mereka mempunyai ide untuk bertatap muka secara langsung guna melepas kerinduan diantara mereka. Karena Icha sangat sibuk dengan pekerjaanya dan tak bis meninggalkannya sedetikpun, mereka memutuskan untuk bertemu di tempat Icha bekerja yaitu di hotel Saturnus lantai 10 blok 01.
Singkat cerita, Fitri menuju hotel Saturnus. Sesampainya di lantai satu, Fitri kembali menelepon Icha.
Fitri : Hallo... Cha... sekarang aku sudah berada di lantai satu, tolong jemput aku yach!
Icha : Kamu langsung naik aja ke lantai sepuluh, liftnya disebelah resepsionis.
Fitri : Aku gak berani naik sendirian, aku kan orang asing di hotel ini, entar aku dikira orang jahat lagi!. Jemput aku dong, please...
Icha : Ya... okelah!. Tunggu bentar, jangan kemana-mana!.
Setelah beberapa saat menunggu, batang hidung Icha muncul juga dan Icha mengajak temannya itu untuk naik ke lantai sepuluh.
Icha : Aku heran sama kamu sekarang!.
Fitri : Emang kenapa dengan aku Cha?.
Icha : Dulu, waktu di sekolah, kamu kan cewek paling pemberani diantara yang lain, sampai-sampai kamu dijuluki cewek superman. Kok sekarang mau nemui aku aja minta dijemput segala!.
Fitri : (sambil berbisik dan sedikit menahan tawa), Jujur aja Cha..., sebenarnya aku itu gak tau cara menggunakan lift...!.
Icha : Hah....!!!???

Sandalku Raib

Rudi dan Andi adalah sahabat yang sangat dekat, kemanapun dan dimanapun mereka selalu berdua. Seperti kata pepatah, dimana ada gula di situ pasti ada semut, dimana ada Rudi disitu pasti ada Andi.
Suatu sore Andi curhat sama Rudi. “Hari ini aku bener-bener kesal banget Rud”, tutur Andi kepada Rudi.
“Emangnya kenapa And?”. Tanya Rudi kepada Andi.
Dengan sedikit menggerutu Andi menjawab pertanyaan Rudi, “Tadi siang aku sholat jum'at berjama'ah di masjid Sabilul Khoir di sebelah rumahku. Aku berangkat ke masjid memakai sandal yang baru kubeli di mall bareng kamu minggu lalu, ta....”. Dia berhenti bicara karena terpotong omongan Rudi.
“Emang kenapa dengan sandalmu And?”, sahut Rudi karena merasa penasaran dengan cerita Andi.
“Waktu aku mau pulang, sandal yang ku pakai waktu berangkat ke masjid itu sudah raib entah kemana. Setelah lama kucari, tetap gak ada, yach... akhirnya kuputuskan untuk menunggu sampai semua jama'ah sholat jum'at pulang. Aku berfikir mungkin sandalku tertukar sama sandal milik orang lain. Setelah semuanya pulang, yang tersisa hanya tinggal sepasang sandal usang, dan yang menyedihkan lagi salah satunya udah berlubang. Mau gimana lagi..., akhirnya dengan terpaksa sandal itu ku pakai dan kubawa pulang, itung-itung dibanding pulang gak pakai sandal”. Jawab Andi dengan muka agak kusut.
Sembari menahan tawa, Rudi bilang pada Andi, “Hmm... kalau gitu... minta aja pertanggung jawaban sama pak ustadz yang tadi siang jadi khotib di masjid”.
Dengan sedikit bingung Andi bertanya pada Rudi, “kok bisa gitu Rud?”.
Sambil tertawa Rudi menjawab, “Disetiap khutbah sholat jum'at, pak ustadz selalu menyerukan kepada para jama'ah untuk mengambil yang baik-baik dan tinggalkan yang jelek-jelek. Mungkin orang yang mengambil sandalmu itu mengikuti apa yang dikatakan pak ustadz”.
Mereka tertawa terbahak-bahak.

Kantor Polisi

Pada suatu hari Fadli mendapat SMS dari Fani, pacarnya. Di SMS tersebut Fani bilang “Yang, skrng aq sdng d kntr polisi, smua bukti n saksi tlh mengarh kpd q, polisi tlh mengintrogasiku, aq takut, stlh bbrp lm akhrny...”. Tanpa berpikir panjang Fadli mengambil motor di garasinya dan langsung tancap gas menuju kantor polisi.
Sampai di kantor polisi, ternyata gadis pujaannya itu sama sekali tak terlihat batang hidungnya. Karena Fadli adalah anak yang sangat pemalu dan lugu, dia tidak berani bertanya kepada pak polisi yang sedang berjaga di kantor tersebut.
Setelah beberapa lama mondar-mandir di tempat tersebut, akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya kepada pak satpam yang sedang jaga di pintu gerbang. “Pak, boleh numpang tanya!, sejak tadi ada gak cewek yang di tahan di kantor ini?”.
“Waduh... saya gak tau mas, di sini saya hanya bertugas untuk mengatur kendaraan yang keluar masuk dari tempat ini”, jawab pak satpam kepada Fadli.
“Kalau gitu, makasih pak!”, sahut Fadli.
Mendengar jawaban dari pak satpam, Fadli mempunyai inisiatif untuk menelepon pacarnya tersebut. “Hallo... Say, kamu ada dimana?, kucari ke kantor polisi kok gak ada?, gimana keadaan kamu?, katanya kamu ditahan di kantor polisi?”, ucap Fadli dengan sedikit merasa cemas.
Sambil tersenyum dia mencoba menenangkan kekasihnya, “Yang, sekarang aku sedang di rumah, aku baik-baik aja kok!”.
“Terus yang kirim SMS ke aku itu siapa?”, tanya Fadli kepada Fani.
“Oh... SMS itu, kamu pasti belum baca isi semua SMS dariku itu!. baca lagi donk!”, tukas Fani.
Fadli terdiam.
“Udah gitu aja yach... nanti pulsa kamu habis. Udah yach... dah sayaaang...”, Fani kemudian menutup hand phonenya.
Fadli masih bingung!. Lalu dia membuka SMS itu lagi dan membacanya. Beberapa saat kemudian dia tertawa sendiri karena tahu isi lengkap SMS tersebut adalah, “Yang, skrng aq sdng d kntr polisi, smua bukti n saksi tlh mengarh kpd q, polisi tlh mengintrogasiku, aq takut, stlh bbrp lm akhrny aq dpt srt tilang, d srt tu trtls anda dinyatakan bebas krn semua bukti n saksi menyatakan bahwa anda adalah wanita yg cantik menawan hati”.
Dalam hati Fadli berkata “Ternyata aku orang begok yach...!”.

Selasa, 17 Maret 2009

Mengganti dan Mendesain Logo Perusahaan

Mengganti dan mendesain logo perusahaan
Mengganti logo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus dipahami secara mendalam sebelum proses itu di lakukan.
Apa yang harus kita lakukan bila pas bangun pagi, kita merasa banyak hal di sekeliling kita buruk atau tidak memuaskan. Saat itulah kita harus berubah. perubahan ini diperlukan untuk memperbaiki keadaan dan mencapai tujuan hidup yang tinggi. Begitulah kira-kira yang terjadi pada suatu perusahaan ketika mereka berancang-ancang melakukan pergantian logo.
Meski demikian, urusan ganti logo bukanlah proses yang sederhana dan mudah dilakukan. Karena terkait dengan tujuan di masa depan, maka prosesnya harus terencana melalui berbagai pertimbangan yang cermat dan matang. Ini, tidak bisa tidak, harus dilakukan mengingat logo bukanlah sekadar lambang yang dipajang di papan atau kartu nama. Lebih dari itu, sebuah logo merupakan bagian penting dari pondasi image branding perusahaan.
Berikut lima kriteria yang harus diperhatikan dalam mendesain logo perusahaan.
Pertama, ageless style. Ketika mendesign logo, janganlah terpaku pada sesuatu yang keren. Buatlah sebuah logo klasik yang bisa tumbuh dengan perusahaan, yang bisa dipertahankan untuk waktu yang lama. Sekali terpampang di kartu nama atau papan nama, kita tidak bisa tiba-tiba seenaknya mengganti logo tersebut lantaran bosan dengannya atau karena semua orang memakai style yang sama. Klien dan konsumen mencari bisnis yang berumur panjang dan image yang stabil.
Kedua, distinctiveness. Cobalah menemukan sesuatu yang unik agar logo anda tampak menonjol. Ini bisa di dukung oleh suaty tagline yang tidak biasa untuk membedakan diri dengan kerumunan. Nike adalah logo yang sangat sederhana tapi sangat menonjol dengan tagline “just do it”. Tiap kali oran gmelihat logo itu, mereka ingat “just do it”. Beberapa waktu kemudian tanpa perlu melihat tagline lagi, hanya dengan melihat logo, orang otomatis berpikir “just do it”. Inilah konsep yang disebut imagery transfer.
Ketiga, appeal. Cobalah membuat design yang menarik di lihat mata. Beberapa warna tertentu membangkitkan minat konsumen, sementara yang lain menimbulkan emosi lain yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, warna merah dianjurkan untuk membuat orang merasa bersemangat atau marah, orange dikatakan untuk mewakili sesuatu yang murah, biru melambangkan kejujuran dan integritas, sementara warna netral mewakili stabilitas. Namun, agar tidak banayk membuang waktu, masalah warna ini sebaiknya ditentukan paling akhir, yaitu setelah desainnya disetujui. Juga pastikan logo tersebut secara konsisten menyampaikan pesan sama baik lewat kartu nama, papan nama, website dan iklan.
Keempat, convery the right image. Dalam hal ini diajukan pertanyaan: Apakah logo anda di bicarakan dengan akurat? APakah ia menyatkaan gaya perusahaan anda? sebaiknya jangan memilih tampilan yang liar dan gila, hanya karena ingin tampil beda, kecuali itu memang sangat cocok dengan gaya bisnis anda.
Kelima, legibility. Tanpa memandang gaya dan warna, pastikan bahwa logo tersebut mudah dibaca dan typo-free. Perlu diingat kita memakai logo bukan secara pribadi, tapi secara publik. Fungsi logo adalah membungkus identitas dan kepribadian perusahaan, sehingga dengan melihatnya saja orang tah persis apa arti perusahaan itu bagi mereka.

Legalitas Transaksi dalam Bisnis Desain Grafis

Legalitas Transaksi dalam Bisnis Disain Grafis
Kini dengan besarnya kebutuhan tenaga disain grafis banyak bermunculan penyedia jasa disain grafis dari yang secara perorangan hingga yang berbentuk badan hukum komersial. Bidang yang kental dengan ‘karya-cipta’ ini telah banyak digandrungi oleh generasi muda hingga jumlah tenaga ahli dibidang ini berkembang pesat dan tidak sedikit diantaranya yang mulai berbisnis jasa disain grafis. Bagi pemula legalitas transaksi sangat penting untuk dipahami. Karena pemula relatif rentan termanfaatkan atas kelemahan daya tawarnya. Dalam artikel ini ada baiknya saya berbagi akan pengalaman saya ketika pertama kali memulai berbisnis dengan perusahaan besar, agar dari pengalaman ini dapat dipetik maknanya sebagai pelajaran khususnya bagi pemula.
Awalnya saya tidak menganggap mendisain itu sebagai bisnis, saya anggap hanya hobi dan sekedar untuk membantu teman yang memerlukannya. Suatu saat saya diperkenalkan oleh teman dekat saya dengan staff salah satu perusahaan asuransi besar di Jakarta yang sedang memerlukan keahlian saya untuk mendisain majalah perusahaan serta mendisain dan mencetak beberapa macam poster perusahaan tersebut.
Saat itu dengan sifat rendah hati saya, saya bersedia saja dibayar dengan jumlah sekehendak staff perusahaan tersebut, seperti halnya membantu teman saja. Jadi saat itu saya hanya sekedar ingin menjalin hubungan baru yang baik. Karena menurutnya hubungan ini akan terus berkelanjutan berhubung majalah itu akan terus diterbitkan dan masih banyak material lain yang butuh keahlian ini. Untuk kepastian transaksi saya minta agar disusun perjanjian atas teknis pelaksanaan pekerjaan antara saya dan perusahaan tersebut. Itu-pun saya yang minta, jika saya tidak minta nampaknya akan diabaikan oleh mereka.
Seiring dengan penyusunan perjanjian tersebut saya sudah diminta mulai duluan mengerjakan disain majalah dan poster tersebut. Hampir setiap pagi saya diburu dengan berbagai koordinasi agar bisa selesai dengan deadline yang sangat singkat. Di pertengahan, perjanjian tersebut baru diserahkan pada saya. “Jim lu tanda tangan disini ya!” ucap staff perusahaan tersebut yang secara implisit meminta agar saya langsung menandatangani perjanjian tersebut agar urusan cepat selesai. Lalu atas rasa saling percaya saya bersedia langsung menandatangani perjanjian tersebut tanpa sempat mempelajari lebih dahulu seluruh isinya. Bagi saya yang penting ketika itu saya telah melihat angka nominal yang akan dibayarkan pada saya sesuai kesepakatan.
Setelah pekerjaan selesai, pembayaran berlangsung lancar seolah-olah tiada permasalahan. Namun setelah saya teliti ulang isi perjanjian tersebut, disebutkan Soft Copy hasil disain menjadi hak milik Perusahaan, dan perusahaan berhak mengubah serta memperbanyak tanpa pemberitahuan kepada pihak manapun. Dan akhirnya memang benar, selanjutnya Soft Copy Final ArtWork saya mereka manfaatkan kembali untuk kreatif disain majalah edisi selanjutnya dan disitu saya sudah tidak dilibatkan lagi, ‘iming-iming’ transaksi berkelanjutan ternyata hanya tipuan belaka agar saya mau dibayar sangat rendah. Tindakan itu secara hukum telah mereka susun agar dapat dibenarkan walau secara etika moral perbuatan merampas hak cipta sangat tidak terpuji. Sungguh malang saya saat itu, mudah sekali dibodohi dianggap sebagai disainer murahan lalu dibuang begitu saja.
Dari pengalaman saya tersebut hal yang perlu dicatat adalah :
1. Setiap transaksi formal harus ada legalitasnya baik berupa pernyataan dalam kuitansi atau jika diperlukan berupa perjanjian formal. Dan Jangan memulai pekerjaan sebelum ada kepastian legalitas tersebut. Karena sebaiknya kepercayaan timbul setelah ada kepastian, walau yang anda hadapi adalah teman anda sendiri.
2. Selalu yakinkan legalitas transaksi baik berupa perjanjian formal, pernyataan dibalik order-form, faktur, kwitansi dsb, agar tidak menyimpang dari prinsip adil dan saling menguntungkan.
3. Jika hal-hal yang diatur cukup kompleks, maka diskusikan poin-poin tersebut dengan rekan bisnis anda atau pelajari dulu setidaknya minta waktu satu hari untuk mempelajarinya. Jika bingung konsultasikan pada ahlinya, bisa melalui teman anda yang ahli dibidangnya. Jangan sekali-kali menganggap remeh suatu pernyataan hukum.
4. Bagi pemula mulailah menghargai diri sendiri dengan memiliki tarif yang layak sesuai dengan dedikasi dan kualitas yang anda berikan.
Demikian saya sampaikan artikel ini sekedar untuk berbagi pengalaman, agar dapat dimaknai dan diaplikasikan lebih lanjut khususnya bagi pemula agar tetap mampu eksis dalam kancah bisnis disain grafis yang tidak ada matinya. Selamat berkarya.

Menambahkan Statistik pada website

Menambahkan statistik pada website
Anda ingin mengetahui jumlah pengunjung web Anda ? Ingin mengetahui browser yang dipakai atau halaman web Anda yang paling banyak dilihat ? Caranya gampang. Anda bisa menggunakan statistik yang telah disediakan oleh banyak provider. Salah satunya yang paling terkenal adalah www.hitbox.com. Tulisan ini akan menjelaskan cara menambahkan statistik pada halaman web dan informasi apa saja yang dapat diperoleh. Pada contoh ini kita akan menggunakan HitBox.
Untuk mendapatkan layanan tersebut, seperti biasanya Anda harus mendaftarkan terlebih dahulu. Isi dan ikuti langkah2 yang telah disediakan. Setelah itu Anda akan mendapatkan kode yang harus Anda tambahkan pada halaman web Anda. Ada dua macam kode, yaitu kode yang diletakkan pada halaman utama web Anda dan kode yang diletakkan pada halaman lainnya (bukan pada halaman utama). Nah copy kode tersebut ke halaman yang ingin Anda amati statistiknya.
Nah, setelah halaman web yang telah disisipi kode dari HitBox tersebut di-upload, Anda bisa mendapatkan beragam info seperti :
1. Page Views, jumlah halaman yang dilihat.
2. Pages Viewed Per Visitor, jumlah halaman yang dilihat oleh tiap pengunjung web Anda.
3. Most Requested Pages, halaman yang paling banyak dilihat.
4. Average Depth of Pages, menunjukkan berapa jumlah halaman yang dilihat oleh pengunjung web Anda. Dengan kata lain satu pengunjung melihat berapa halaman web.
5. Browser Version, browser yang dipakai oleh pengunjung web Anda, bisa Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, dll.
6. Resolusi monitor, menujukkan resolusi monitor yang digunakan untuk melihat web Anda.
7. Referring URLs, menunjukkan darimana mereka datang ke web Anda, apakah dari link web lain, search engine, bookmark, atau yang lainnya.
8. Time Spent on Site, menunjukkan berapa detik, menit atau jam-kah para pengunjung berada pada web Anda.
Cuma itu saja ? Tidak ! Selain yang telah disebutkan di atas, masih banyak informasi menarik lainnya yang dapat Anda dapatkan dari HitBox.
Dengan berbekal info tersebut Anda dapat melakukan optimasi untuk web Anda. Misalnya dari info Browser Version, jika pengunjung web Anda sebagian besar menggunakan Internet Explorer, Anda bisa membuat desain dengan optimasi untuk IE. Dari Most Requested Pages, Anda bisa menentukan rubrik apa yang sebaiknya terus ditambah mana yang tetap (ini jika web Anda terdiri dari beragam rubrik, seperti situs Klik Kanan ini :)).
Selamat mencoba !!

Cara menghilangkan popus ads pada free web hosting

Menghilangkan popup ads pada free web hosting
Nah, untuk menghilangkan popup ads tersebut gunakan tips berikut ini. Sekedar mengingatkan, bila Anda menghilangkan popup mereka ada kemungkinan account Anda dicabut. Jadi sebelum menggunakan, pertimbangkan kembali.
Text warna hitam adalah kode html Anda
Text warna biru adalah yang harus ditambahkan untuk menghilangkan popup


Angelfire





Hypermart




Tripod


Title web Anda



VirtualAve




Title web Anda




Cara menghilangkan popus

Menghilangkan popup ads pada free web hosting
Nah, untuk menghilangkan popup ads tersebut gunakan tips berikut ini. Sekedar mengingatkan, bila Anda menghilangkan popup mereka ada kemungkinan account Anda dicabut. Jadi sebelum menggunakan, pertimbangkan kembali.
Text warna hitam adalah kode html Anda
Text warna biru adalah yang harus ditambahkan untuk menghilangkan popup


Angelfire





Hypermart




Tripod


Title web Anda



VirtualAve




Title web Anda




Cara mengenalkan Website

Cara mengenalkan web site
Setelah Anda selesai mendesain dan meng-upload file bukan berarti tugas kita sudah selesai. Apa artinya kita punya website tapi nggak ada orang yang tahu ? Nah, supaya website kita dikenal orang ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, yaitu :
1. Daftarkan ke search engine
Search engine banyak digunakan orang untuk mendapatkan alamat suatu situs berdasarkan keyword yang mereka masukkan. Di internet sekarang ini terdapat ratusan bahkan ribuan seach engine mulai dari yang ecek-ecek sampai yang besar, yang dikelola secara profesional. Anda tidak harus mendaftar web Anda ke semua search engine tersebut, tapi daftarkan saja ke beberapa searach engine yang terkenal yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Untuk pendaftarannya terdapat perbedaan antara satu search engine dengan search engine lainnya. Yang pertama, pada saat Anda mendaftar pada suatu search engine Anda harus memasukkan keyword dan deskripsi singkat tentang web site Anda. Contohnya Search Indonesia, Catcha, dll. Yang kedua, pada saat mendaftar Anda cukup menunjukkan URL website Anda. Setelah itu search engine tersebut akan "menjelajah" ke web Anda dan mencari keyword dan deskripsi yang terletak pada meta tag halaman web Anda. Untuk itu sebelum upload, pastikan bahwa Anda telah menuliskan meta tag tersebut dengan benar. (Jika Anda belum tahu tentang meta tag, lihat pada source code HTML pada halaman utama web site ini, filenya bernama index.shtml)
2. Ikut Banner Exchange
Ini cara lain untuk mengenalkan web kita. Dengan mengikuti pertukaran banner maka Anda diwajibkan untuk menampilkan banner orang lain (yang menjadi anggota) pada situs Anda. Dan sebaliknya banner Anda pun akan ditampilkan pada situs lain. Ukuran banner yang digunakan biasanya 468 x 60 pixel. Untuk membuat banner Anda dapat menggunakan Adobe PhotoShop, dan untuk membuat animasinya Anda dapat menggunakan Ulead Gif Animator.

Tips dan Trik Desain Web

Tips & Trik Desain Web
Membuat link tanpa garis bawah

Anda tidak suka dengan garis bawah yang terdapat pada link ? Di bawah ini trik yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan garis bawah tersebut
Link tanpa garis bawah
Trik tersebut dapat digunakan pada MS Internet Explorer dan Netscape Navigator 4.0 atau lebih.
Download dari website tanpa menggunakan FTP

Apakah Anda mempunyai web site dan ingin membagikan software dari web site Anda ? Tapi Anda tidak mempunyai akses ke server FTP. Jangan bingung ! Anda tetap bisa melakukannya walaupun tanpa FTP. Caranya : gunakan link yang mengarah pada file download.
Download file DI SINI
Pertimbangkan penggunakan Applet Java

Dengan menggunakan aplet Java Anda bisa membuat halaman web yang indah. Tetapi terlalu banyak menggunakan applet Java akan mengakibatkan lambatnya loading. Untuk itu perlu Anda pikirkan "untung - ruginya" sebelum Anda memakai applet Java. Ingat masih banyak netter yang menggunakan komputer dengan akses internet yang lambat.

Cara Upload ke web server

Upload ke web server
Setelah Anda mendaftar pada salah satu free server, maka langkah terakhir supaya halaman web Anda dapat dilihat semua orang adalah upload atau mengirim file ke web server.
Ada dua macam cara yang digunakan untuk mengirim file ke web server, yaitu langsung melalui browser atau melalui FTP (File Transfer Protocol). Untuk itu Anda harus mengetahui cara mana yang didukung oleh web server Anda. Sekedar contoh, www.homepage.com menggunakan browser untuk upload, www.virtualave.net menggunakan FTP sedangkan untuk www.tripod.com bisa menggunakan browser atau FTP. Yang akan dibahas di sini adalah mengirim file dengan menggunakan FTP.
Software yang dapat digunakan adalah WS FTP atau CuteFTP. (jangan bingung dengan kata FTP dengan WS FTP atau CuteFTP. FTP adalah protocol yang digunakan untuk berhubungan dengan web server, sedangkan WS FTP atau CuteFTP adalah software yang digunakan untuk berhubungan dengan web server. Singkatnya WS_FTP dan CuteFTP adalah software yang mendukung protocol FTP untuk berhubungan dengan web server).
Untuk langkah-langkah yang kami berikan di bawah ini menggunakan software CuteFTP dan web server www.virtualave.net. Anda dapat menerapkan langkah ini pada WS_FTP atau software FTP lainnya dan web server lainnya, karena pada prinsipnya adalah sama.
1. Dari menu FTP pilih Quick Connect.
2. Isi pada kolom host address, user ID dan password dengan yang diberikan web server kepada Anda. Kalau di virtualave.net misalnya host address = s36.virtualave.net, user id = winfolder, password = sda45sddf.
3. Klik OK.
4. Tunggu beberapa saat sampai CuteFTP sampai berhasil connect dengan web server.
5. Jika koneksi berhasil akan muncul kotak dialog berisi keterangan-keterangan. Klik OK saja.
6. Sekarang Anda lihat pada kolom sebelah kanan. Itu merupakan folder yang terletak pada web server Anda. Nampak folder bernama public_html. Klik dua kali folder tersebut. Nah, di folder itulah Anda harus meletakkan file-file Anda.
7. Kolom sebelah kiri merupakan letak dari file di komputer Anda. Untuk itu pindah ke folder tempat Anda menyimpan file yang akan di-upload.
8. Blok-lah file yang akan di-upload, lalu klik kanan dan pilih upload.
9. Selesai sudah proses upload tersebut.
10. Sebagai tambahan, Anda dapat membuat folder/directory baru pada web server Anda. Caranya klik kanan pada kolom sebelah kanan, pilih Make Directory, klik OK.
11. Untuk perintah-perintah lainnya dapat Anda pelajari sendiri

Langkah-langkah dalam pembuatan website

Langkah-langkah Dalam Pembuatan Web Site
Setelah Anda membuat desain-nya maka yang harus segera Anda lakukan adalah mendaftarkan pada salah satu free web server untuk menempatkan desain kita. Untuk itu Anda bisa memilih pada salah satu free web server yang ada yang alamatnya terletak di bawah ini.
Terdapat dua macam free web server yaitu yang mengijinkan untuk akses ke direktori cgi-bin dan free web server yang tidak mengijinkan akses ke direktori tersebut. Dengan akses ke cgi-bin maka kita bisa menempatkan script kita sendiri. Misalnya script untuk buku tamu, mailing list, counter, dll. Dengan script yang dibuat sendiri maka Anda bisa membuat buku tamu tanpa perlu dijejali dengan iklan.
Tapi sebelum melakukan upload (mengirim file ke server) Anda bisa melengkapi web site Anda dengan :
Buku Tamu
Sehingga para netter yang mampir ke situs Anda dapat meninggalkan pesan, kritik atau sekedar komentar mengenai web Anda.
Counter
Dengan counter Anda bisa mengetahui berapa orang yang telah berkunjung ke situs Anda.
Mailing List
Kalau situs Anda dirasa berbobot Anda bisa melengkapi dengan mailing list. Sehingga orang yang terdaftar pada mailing list situs Anda akan mengetahui (misalnya) kapan situs tersebut di update.


Woro-Woro otomotif

JAKARTA, SELASA — Pabrikan motor Honda Jepang, Honda Motor Company (HMC), bakal merampungkan proyek roda dua bertenaga listrik atau electric motorcycle (EM) pada 2010. Konsep ini sesuai dengan kampanye Honda demi lingkungan hidup yang sudah diteriakkan lima tahun silam.
Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur HMC Takeo Fukui yang dikutip salah satu situs web roda dua di dunia, pertengahan Desember lalu. “Motor listrik akan meredam zat berbahaya seperti C02. Tahap awal akan diproduksi motor listrik untuk kebutuhan jarak pendek. Dua tahun ke depan, jadwal penting untuk menduniakan motor listrik Honda,” ungkap Fukui.
Pada 3-4 tahun silam, Honda memang gencar memperkenalkan motor listrik. Ajang Tokyo Motor Show (TMS) dimanfaatkan sebagai kampanye EM. Ambil contoh Honda E4-01 mulai dipajang di TMS 2004 yang kemudian dikembangkan terus dari Honda Griffone dengan basis mesin 900 cc. Beratnya, di bawah 200 kg.
Ucapan Fukui bisa jadi maklumat yang kemungkinan berimbas ke Indonesia. Direktur Marketing PT Astra Honda Motor Johannes Loman belum memberi jawaban positif. “Kami belum bisa memastikan hal ini. Sepanjang teknologi itu (motor listrik) cocok untuk Indonesia, kami akan mempelajarinya,” tegas Loman. (Niko)

 
MMORPG Games - MMORPG List - Video Game Music